Hari ini saya tergelitik dengar celetukan dari seorang teman, yang mengatakan kalo "makanan sehat belum tentu enak"..wow, jadi seru nih dibahas.
menurut saya sebenarnya kalo makan apa sih yang kita cari?makanan enak pasti jawabnya!, ada gak dari kita yang jawab makanan enak dan sehat??hihihi
sekarang menilik ke belakang, siapa sih yang meragukan enaknya ayam gorengny KF*C ato gorengan abang2 yang bikin guilty pleassure atau snack2 ringan jajanan anak2? gak ada kan..saya pribadi mengakui itu endaaanng dan gak munafik saya juga memakannya. Tapi gimana kandungannya sebagai makanan sehat?terpenuhi gak?emangnya tubuh kita cuma butuh makanan enak?
kalo junkfood gak perlu diceritakan lagilah ya dimana tidak sehatnya, as every body knows Makanan rendah-gizi (Junk food) adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan nirnutrisi mengandung jumlah lemak yang besar (dikutip dari wikipedia), lebih jelasnya lagi gugling aja dengan keyword junkfood maka kita akan temukan banyak sekali info tentang ketidaksehatan junkfood.
Tapi disini saya bukan anti junkfood loh, saya juga sesekali makan koq.
Belum lagi vetsin, micin yang penuh MSG dan bikin enak makanan itu..waww itu bikin rasa makin top markotop.
Trus?poinnya apa donk?
pertama, kita mungkin emang terkadang sulit menghindari yang namanya MSG2an ini dan pengawet2an ini, misalnya ni saat pengen jajan di warung atau resto, masak mau kita tanyain satu2 dulu "pake MSG gak pak?pake vetsin gak pak?" agak ribet kayaknya ya, kalo menurut saya sih 95% mereka pake penyedap, kan biar masakannya enak dan laku (suudzon dikit..:D), so sometimes emang perlu mengalah untuk menerima asupan MSG ini (lemahhh ya?hehehe)
kedua, buat saya poin pertama itu okelah ya, namanya juga gak bisa dihindari, dan gak sering2 juga..So, hidup sehatnya dimana?hihihhi..gini loh man teman (halah), saya mungkin gak bisa mengontrol masakannya ibu2 warung, bapak2 chef di resto, bapak2 penjual bakso, gorengan dsb, tapi ingat!saya kan boss di dapur saya sendiri!, jadi sayalah yang menentukan asupan makanan semua yang ada di rumah, dan apa saja yang di dapur adalah kewenangan saya.
Jadi, sejak saya hamil sampai dengan sekarang (insyaallah seterusnya), saya selalu berusaha semaksimal mungkin bahwa masakan yang saya masak itu tanpa penyedap dan penggurih atau apalah namanya. Awalnya jujur saya rasa emang masakan saya ada yang kurang gitu rasanya , karena sebelum2nya pastinya penyedap rasa ini selalu jadi andalan saya, tapi semakin kesini saya jadi terbiasa dan inilaih rasa orisinil sayur, bumbu2 khas indonesia dan alhamdulillah keputusan ini didukung oleh sang suami tercinta.
Jadi, kalo anda ke sewaktu2 terpaksa mencicipi masakan saya, buat anda yang udah terbiasa dengan penyedap ya pasti rasanya gak nampol, tetap aja ada yang kurang. kakak saya saja bilang gitu koq terhadap masakan saya "kamu gak pake Ro*yco si, kurang nampol ni" (abaikan pemilihan kata-katanya..:D)
Cerita lain, suatu ketika mertua saya datang dari kampung, naek kereta pagi kondisinya masih pagi banget, saya belum sempat ke pasar dan stock di kulkas gak ada apa2, hanya ada bawang2an dan cabe, jadilah saya berpesan pada suami yang menjemput sang mertua di stasiun supaya ngajakin mertua sarapan sekalian di deket stasiun (istri pemalas...hihihi). Suami saya setuju dan langsung berangkat menuju stasiun dan si istri langsung kembali meluk guling sambil nepok2 p*antatny kiano..:p. Setengah jam kemudian suami saya telpon dan bilang kalo Bapak mertua saya maunya sarapan masakan sang menantu tercinta. Jreeengg, jadilah saya langsung berkutat di dapur pake gerakan super express, campur2 semua bahan2 yang ada dan jadilah nasi goreng alakadarnya plus bakwan jagung (untung ada jagung di kulkas).
Mertua datang masakan pas selese (rame2 sebut alhamdulilah yookk), sambil makan mertua cerita alasan kenapa dia g mau sarapan dekat stasiun. Menurut Beliau, memang masakan disana pasti lebih enak dari pada masakan menantunya ini (maluuu..), tapi dia yakin itu karna penyedapnya juga banyak banget. Jadi Beliau prefer makan masakan rumah ala menantunya yang gak pake penyedap ini (ahh..jadi terharu..:D)
Intinya enak atau gak enak itu adalah tentang kebiasaan, kebiasaan lidah kita masing-masing. Gak kasian sama body kalau dibiasakan makanan dengan penyedap
ketiga sebenarnya saya bukan orang yang anti penyedap dsb, dan saya yakin di perut saya ini jg udh banyak mengkonsumsi MSG atau apalah namanya. Tapi kan gak ada salahnya kita mengurangi asupan MSG yang mungkin masuk ke tubuh kita, ya mungkin dengan mengontrolnya mulai dari rumah.
kakak saya pernah bilang "ahh...itu mah namanya gak konsisten, kalo gak mau pake MSG ya sekalian jangan jajan diluar"
kakak saya bener, tapi seperti yang saya bilang saya belum bisa benar2 anti penyedap, saya masih tergoda bakso yang lewat depan rumah, atau abang2 gorengan dsb. Tapi saya punya pembelaan loh at least dibanding saya menggunakan MSG juga untuk masakan rumah, maka bayangkan penumpukan MSG di tubuh saya, ya jajan ada penyedapnya ya masak sendiri pake penyedap. gakkasian sama bodynya?gak kasian sama body keluarga??
-life is choice-
nb: bonus nih, pamer foto,pamer masakan,pamer kamera baru..hihi
Selasa, 17 September 2013
Kamis, 09 Mei 2013
Nyerena yuk..
Dear Serena Biskuit, Saya seorang working mom dengan satu orang anak laki-laki yang berumur 20 bulan. Setiap harinya saya berangkat dari rumah jam 6 pagi dan sampai lagi ke rumah jam 18.00 atau 18.30.
Terkadang sampai di rumah si kecil belum tidur dan saya bisa menghabiskan waktu bermain bersamanya sampai menemaninya tidur. Walaupun gak bisa dipungkiri badan rasanya pengen sekali beristirahat, tapi melihat teriakan dan senyuman kecilnya siapa yang bisa tahan untuk g bermain bersamanya. Jam 20.00 malam biasanya si kecil sudah terlelap tidur, sementara suami saya biasanya masih berada di kantor. Saya memilih istirahat sejenak sembari menunggu suami pulang.
Jam 22.00 malam biasanya suami pulang, dan saya terjaga. Dengan mata berat dan mengantuk saya menyambut kedatangannya. Biasanya saya sempatkan membuatkannya segelas teh, dan kami ngobrol sejenak ditemani serena biskuit yang rasa lemon. Waktu-waktu inilah quality time kami berdua menceritakan kejadian hari ini, perkembangan si kecil dan terkadang sedikit diskusi tentang keadaan negara (beraaat ya bok..:D). Kami biasa menyebutnya : "nyerena yuk".
Dear Serena Biskuit, walaupun cuma 1 ato 2 jam kegiatan ini hampir setiap hari kami lakukan. Mencuri waktu di sela-sela pekerjaan kami yang sibuk setiap harinya. Apalagi mengobrol sambil ngemil serena biskuit dan segelas teh itu gak kerasa loh, sambil terus ngobrol dan terus mengunyah serena biskuit, waktu terasa cepat berlalu. Terima Kasih Serena Biskuit!
Terkadang sampai di rumah si kecil belum tidur dan saya bisa menghabiskan waktu bermain bersamanya sampai menemaninya tidur. Walaupun gak bisa dipungkiri badan rasanya pengen sekali beristirahat, tapi melihat teriakan dan senyuman kecilnya siapa yang bisa tahan untuk g bermain bersamanya. Jam 20.00 malam biasanya si kecil sudah terlelap tidur, sementara suami saya biasanya masih berada di kantor. Saya memilih istirahat sejenak sembari menunggu suami pulang.
Jam 22.00 malam biasanya suami pulang, dan saya terjaga. Dengan mata berat dan mengantuk saya menyambut kedatangannya. Biasanya saya sempatkan membuatkannya segelas teh, dan kami ngobrol sejenak ditemani serena biskuit yang rasa lemon. Waktu-waktu inilah quality time kami berdua menceritakan kejadian hari ini, perkembangan si kecil dan terkadang sedikit diskusi tentang keadaan negara (beraaat ya bok..:D). Kami biasa menyebutnya : "nyerena yuk".
Dear Serena Biskuit, walaupun cuma 1 ato 2 jam kegiatan ini hampir setiap hari kami lakukan. Mencuri waktu di sela-sela pekerjaan kami yang sibuk setiap harinya. Apalagi mengobrol sambil ngemil serena biskuit dan segelas teh itu gak kerasa loh, sambil terus ngobrol dan terus mengunyah serena biskuit, waktu terasa cepat berlalu. Terima Kasih Serena Biskuit!
Selasa, 22 Januari 2013
movingpictures
Blog walking hari ini menghasilkan sesuatu yg kereeennn...
Cekidot
ohh...i love technology!!!...somebody please teach me how to make moving pictures like that..
sumber : http://weburbanist.com/2011/05/04/moving-pictures-stunning-photographs-brought-to-life/
Cekidot
ohh...i love technology!!!...somebody please teach me how to make moving pictures like that..
sumber : http://weburbanist.com/2011/05/04/moving-pictures-stunning-photographs-brought-to-life/
Kamis, 10 Januari 2013
Home is Where The Heart is
Hampir 2 bulan sudah menempati rumah baru kami, dan gw masih excited and norak2nya sm rumah "liliput" kami. Pembangunan rumah sebenarnya molor si dari rencana developer, tapi paling tidak rencana untuk moving paling telat desember 2012 tercapai. Nyari waktu yg pas buat pindahan, yaitu long wiken, biar punya waktu lebih buat beberes rumah, daannnn.. jatuh di tanggal 15 November, yg beretepatan di Tahun Baru Islam..yeaayy, new year new home..:).
Akhirnya hari-hari tinggal di kontrakan padat penduduk dan gang sempit telah berlalu..bye bye jakarta..bye bye cemput, bye bye gang sempit..:),kami minggir aja deh di pinggiran jakarta demi nemu rumah idaman dan Depok adalah tujuan. Memilih depok dan bukan jakarta tentunya dengan alasan yg cukup matang, antara lain :
1. Pengen si punya rumah di jakarta, tapi gak sanggup di kocek kayaknya, kalopun ada yg mampu di gang sempit, dan gw dan suami yg notabene bukan org jakarta gak kebiasa hidup di gang, maklum di kampung kebiasaan liat tanah lapang..hehehe
2. Depok tidak terlalu jauh dan tidak juga dekat, bisa ditempuh dengan KRL, bis ato apes2nya ya bawa motor sendiri. Kalo di googlemap si kurang lebih 29 kilometer dari Jakarta Pusat.
3. rumah sesuai budget dan kebutuhan..:), budget segini ya mampunya beli segini, dan kebutuhan segini ya rumah segini aja..*apasih
Home is Where the Heart is...
Rumah itu tempat gw pulang, yang di dalamnya ada orang-orang yang gw cintai.
dan mari kita semangat hunting-hunting isi rumah..biar kecil tapi nyaman, that's my home..:D
sebagian barang-barang di kontarakan si diangkut, jadi lumayan buat ngirit pengeluaran ngisi rumah.
oiya, country kitchen kayaknya gak jadi nih, tp tenaaang dapur cantik sudah dipesan, nanti hasilnya gw ceritain disini.
ps: sofanya boleh diskon loh di informa..yeay!
Akhirnya hari-hari tinggal di kontrakan padat penduduk dan gang sempit telah berlalu..bye bye jakarta..bye bye cemput, bye bye gang sempit..:),kami minggir aja deh di pinggiran jakarta demi nemu rumah idaman dan Depok adalah tujuan. Memilih depok dan bukan jakarta tentunya dengan alasan yg cukup matang, antara lain :
1. Pengen si punya rumah di jakarta, tapi gak sanggup di kocek kayaknya, kalopun ada yg mampu di gang sempit, dan gw dan suami yg notabene bukan org jakarta gak kebiasa hidup di gang, maklum di kampung kebiasaan liat tanah lapang..hehehe
2. Depok tidak terlalu jauh dan tidak juga dekat, bisa ditempuh dengan KRL, bis ato apes2nya ya bawa motor sendiri. Kalo di googlemap si kurang lebih 29 kilometer dari Jakarta Pusat.
3. rumah sesuai budget dan kebutuhan..:), budget segini ya mampunya beli segini, dan kebutuhan segini ya rumah segini aja..*apasih
Home is Where the Heart is...
Rumah itu tempat gw pulang, yang di dalamnya ada orang-orang yang gw cintai.
rumah liliput kami
rumputnya masih bolong-bolong,belum tumbuh merata
dan mari kita semangat hunting-hunting isi rumah..biar kecil tapi nyaman, that's my home..:D
sebagian barang-barang di kontarakan si diangkut, jadi lumayan buat ngirit pengeluaran ngisi rumah.
oiya, country kitchen kayaknya gak jadi nih, tp tenaaang dapur cantik sudah dipesan, nanti hasilnya gw ceritain disini.
sang pangeran pemilik rumah..*kiss
ps: sofanya boleh diskon loh di informa..yeay!
Minggu, 11 November 2012
Homemade Pizza
Jum'at malem iseng2 bikin pizza, karna ngerasa oven dah lama nganggur. gugling2 resep dapat resep yang kayaknya sederhana dan gampang bahan2nya,nih resepnya dapat dari http://ala-rinarinso.blogspot.com/2011/05/homemade-pizza-resep-1.html , dengan modifikasi ala aku..:D :
Soft Dough Pizza
Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
1 sdt garam
Cara membuat :
Soft Dough Pizza
Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
250 ml Susu UHT Full Cream dingin
50 gr mentega putih 1 sdt garam
Cara membuat :
- Campur semua bahan kecuali susu dan mentega. Kemudian masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai setengah kalis.
- Setelah setengah kalis, campur dengan mentega putih dan ulenin sampe kalis
- Setelah kalis siamkan sampai adonan mengembang 2 kali. Di resep tertulis 30 menit tetapi aku kemarin biarkan proofing di suhu ruang 1 jam 15 menit.
- Setelah mengembang kempiskan adonan, kemudian bagi adonan menjadi 3 bagian. Bulatkan adonan dan diamkan 10 menit.
- Setelah didiamkan 10 menit tipiskan adonan dengan cara digiling. Kemudian tusuk-tusuk dengan garpu. Seharusnya bagian tepi adonan lebih tebal, tetapi aku kemarin rata aja semuanya.
- Setelah itu diamkan 30 menit sampai mengembang.
- Oven dengan api bawah suhu 190 derajat selama 8 menit sampai roti setengah matang.
- Oleskan bagian atas roti dengan saus pizza,bawang bombay, paprika kuning dan tuna kaleng, dan taburi dengan keju quickmelt
- Oven lagi selama 10menit sampai matang
dan ini hasilnya :
dari resep itu dapatnya 3 loyang ukuran medium loh, gw bikinnya tipis tipis, jadi gak cepet kenyang kayya pizza di toko yang rotinya tebel2 itu..hehhe, dan yang paling penting my baby boy dan suami doyan sm pizzanya..
Succeed!!yay!!
Langganan:
Postingan (Atom)














.jpg)
