Dear Serena Biskuit, Saya seorang working mom dengan satu orang anak laki-laki yang berumur 20 bulan. Setiap harinya saya berangkat dari rumah jam 6 pagi dan sampai lagi ke rumah jam 18.00 atau 18.30.
Terkadang sampai di rumah si kecil belum tidur dan saya bisa menghabiskan waktu bermain bersamanya sampai menemaninya tidur. Walaupun gak bisa dipungkiri badan rasanya pengen sekali beristirahat, tapi melihat teriakan dan senyuman kecilnya siapa yang bisa tahan untuk g bermain bersamanya. Jam 20.00 malam biasanya si kecil sudah terlelap tidur, sementara suami saya biasanya masih berada di kantor. Saya memilih istirahat sejenak sembari menunggu suami pulang.
Jam 22.00 malam biasanya suami pulang, dan saya terjaga. Dengan mata berat dan mengantuk saya menyambut kedatangannya. Biasanya saya sempatkan membuatkannya segelas teh, dan kami ngobrol sejenak ditemani serena biskuit yang rasa lemon. Waktu-waktu inilah quality time kami berdua menceritakan kejadian hari ini, perkembangan si kecil dan terkadang sedikit diskusi tentang keadaan negara (beraaat ya bok..:D). Kami biasa menyebutnya : "nyerena yuk".
Dear Serena Biskuit, walaupun cuma 1 ato 2 jam kegiatan ini hampir setiap hari kami lakukan. Mencuri waktu di sela-sela pekerjaan kami yang sibuk setiap harinya. Apalagi mengobrol sambil ngemil serena biskuit dan segelas teh itu gak kerasa loh, sambil terus ngobrol dan terus mengunyah serena biskuit, waktu terasa cepat berlalu. Terima Kasih Serena Biskuit!
Kamis, 09 Mei 2013
Selasa, 22 Januari 2013
movingpictures
Blog walking hari ini menghasilkan sesuatu yg kereeennn...
Cekidot
ohh...i love technology!!!...somebody please teach me how to make moving pictures like that..
sumber : http://weburbanist.com/2011/05/04/moving-pictures-stunning-photographs-brought-to-life/
Cekidot
ohh...i love technology!!!...somebody please teach me how to make moving pictures like that..
sumber : http://weburbanist.com/2011/05/04/moving-pictures-stunning-photographs-brought-to-life/
Kamis, 10 Januari 2013
Home is Where The Heart is
Hampir 2 bulan sudah menempati rumah baru kami, dan gw masih excited and norak2nya sm rumah "liliput" kami. Pembangunan rumah sebenarnya molor si dari rencana developer, tapi paling tidak rencana untuk moving paling telat desember 2012 tercapai. Nyari waktu yg pas buat pindahan, yaitu long wiken, biar punya waktu lebih buat beberes rumah, daannnn.. jatuh di tanggal 15 November, yg beretepatan di Tahun Baru Islam..yeaayy, new year new home..:).
Akhirnya hari-hari tinggal di kontrakan padat penduduk dan gang sempit telah berlalu..bye bye jakarta..bye bye cemput, bye bye gang sempit..:),kami minggir aja deh di pinggiran jakarta demi nemu rumah idaman dan Depok adalah tujuan. Memilih depok dan bukan jakarta tentunya dengan alasan yg cukup matang, antara lain :
1. Pengen si punya rumah di jakarta, tapi gak sanggup di kocek kayaknya, kalopun ada yg mampu di gang sempit, dan gw dan suami yg notabene bukan org jakarta gak kebiasa hidup di gang, maklum di kampung kebiasaan liat tanah lapang..hehehe
2. Depok tidak terlalu jauh dan tidak juga dekat, bisa ditempuh dengan KRL, bis ato apes2nya ya bawa motor sendiri. Kalo di googlemap si kurang lebih 29 kilometer dari Jakarta Pusat.
3. rumah sesuai budget dan kebutuhan..:), budget segini ya mampunya beli segini, dan kebutuhan segini ya rumah segini aja..*apasih
Home is Where the Heart is...
Rumah itu tempat gw pulang, yang di dalamnya ada orang-orang yang gw cintai.
dan mari kita semangat hunting-hunting isi rumah..biar kecil tapi nyaman, that's my home..:D
sebagian barang-barang di kontarakan si diangkut, jadi lumayan buat ngirit pengeluaran ngisi rumah.
oiya, country kitchen kayaknya gak jadi nih, tp tenaaang dapur cantik sudah dipesan, nanti hasilnya gw ceritain disini.
ps: sofanya boleh diskon loh di informa..yeay!
Akhirnya hari-hari tinggal di kontrakan padat penduduk dan gang sempit telah berlalu..bye bye jakarta..bye bye cemput, bye bye gang sempit..:),kami minggir aja deh di pinggiran jakarta demi nemu rumah idaman dan Depok adalah tujuan. Memilih depok dan bukan jakarta tentunya dengan alasan yg cukup matang, antara lain :
1. Pengen si punya rumah di jakarta, tapi gak sanggup di kocek kayaknya, kalopun ada yg mampu di gang sempit, dan gw dan suami yg notabene bukan org jakarta gak kebiasa hidup di gang, maklum di kampung kebiasaan liat tanah lapang..hehehe
2. Depok tidak terlalu jauh dan tidak juga dekat, bisa ditempuh dengan KRL, bis ato apes2nya ya bawa motor sendiri. Kalo di googlemap si kurang lebih 29 kilometer dari Jakarta Pusat.
3. rumah sesuai budget dan kebutuhan..:), budget segini ya mampunya beli segini, dan kebutuhan segini ya rumah segini aja..*apasih
Home is Where the Heart is...
Rumah itu tempat gw pulang, yang di dalamnya ada orang-orang yang gw cintai.
rumah liliput kami
rumputnya masih bolong-bolong,belum tumbuh merata
dan mari kita semangat hunting-hunting isi rumah..biar kecil tapi nyaman, that's my home..:D
sebagian barang-barang di kontarakan si diangkut, jadi lumayan buat ngirit pengeluaran ngisi rumah.
oiya, country kitchen kayaknya gak jadi nih, tp tenaaang dapur cantik sudah dipesan, nanti hasilnya gw ceritain disini.
sang pangeran pemilik rumah..*kiss
ps: sofanya boleh diskon loh di informa..yeay!
Minggu, 11 November 2012
Homemade Pizza
Jum'at malem iseng2 bikin pizza, karna ngerasa oven dah lama nganggur. gugling2 resep dapat resep yang kayaknya sederhana dan gampang bahan2nya,nih resepnya dapat dari http://ala-rinarinso.blogspot.com/2011/05/homemade-pizza-resep-1.html , dengan modifikasi ala aku..:D :
Soft Dough Pizza
Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
1 sdt garam
Cara membuat :
Soft Dough Pizza
Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
250 ml Susu UHT Full Cream dingin
50 gr mentega putih 1 sdt garam
Cara membuat :
- Campur semua bahan kecuali susu dan mentega. Kemudian masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai setengah kalis.
- Setelah setengah kalis, campur dengan mentega putih dan ulenin sampe kalis
- Setelah kalis siamkan sampai adonan mengembang 2 kali. Di resep tertulis 30 menit tetapi aku kemarin biarkan proofing di suhu ruang 1 jam 15 menit.
- Setelah mengembang kempiskan adonan, kemudian bagi adonan menjadi 3 bagian. Bulatkan adonan dan diamkan 10 menit.
- Setelah didiamkan 10 menit tipiskan adonan dengan cara digiling. Kemudian tusuk-tusuk dengan garpu. Seharusnya bagian tepi adonan lebih tebal, tetapi aku kemarin rata aja semuanya.
- Setelah itu diamkan 30 menit sampai mengembang.
- Oven dengan api bawah suhu 190 derajat selama 8 menit sampai roti setengah matang.
- Oleskan bagian atas roti dengan saus pizza,bawang bombay, paprika kuning dan tuna kaleng, dan taburi dengan keju quickmelt
- Oven lagi selama 10menit sampai matang
dan ini hasilnya :
dari resep itu dapatnya 3 loyang ukuran medium loh, gw bikinnya tipis tipis, jadi gak cepet kenyang kayya pizza di toko yang rotinya tebel2 itu..hehhe, dan yang paling penting my baby boy dan suami doyan sm pizzanya..
Succeed!!yay!!
Cerita tentang mobil
Ceritanya sabtu itu kita ngunjungi rumah di depok yang rencana kamis ini mau ditempati. Berangkat dari pagi naek kereta jam 9.00, dan tentu saja Kiano ikut plus bekal2 kayak mau piknik, mulai dari karpet, makanan dsb. dari stasiun Pondok Cina, dilanjutkan dengan ngojek ke rumah. kebetulan jalan yang paling deket malah lagi ada razia motor, jadilah tukang ojek mencari jalan alternatif (jalan tikus). Dengan menggendong Kiano dan kondisi jalan yang banyak polisi tidurnya, diytambah lagi tukang ojek yang bawa motor sangat tidak "soft", pinggang gw mau patah rasanya, ditambah pengen muntah.Tapi bukan itu pointnya, gw ngerasa kalo gw aja begini, gimana Kiano?kira2 mual jg gak ya dia?tp kan dia gak bisa ngomong?bunda cm bisa cium kepalanya, sabar ya nak *hug.
gara-gara nungguin tukang teralis dan gorden, semua kerjaan baru selese jam setengah 6 sore, dan hujaaann deress. Pengennya sih nunggu ujan deres, tapi rumahnya kan blum ada lampunya?gelep2an dunk?sementara Kiano udah rewel karna ngantuk, di pikiran gw saat itu cuma satu, PULANG...kita harus pulang. Alhasil buru-buru kita pulang, pesen taxi dan nunggu di depan jalan perumahan dengan payung kecil *untung hujannya tinggal gerimis. Selama nunggu taxi Kiano rewel bangeeeet, emang jam tidurnya dia si. Ada kali setengah jam nunggu taxi gak kunjung datang, dan sepanjang setengah jam itu juga Kiano merengek2 nangis, entah merengek pengen nenen, merengek kedinginan, merengek pengen tidur, dan gw cuma bisa memeluknya dengan erat dengan sekali lagi berbisik "sabar ya nak". Suami langsung ngasih saran buat dinenenin, jadilah gw nenenin Kiano di depan sebuah warteg di pinggir jalan dan itu sudah jam 7 Malem. gak terasa aer mata gw menetes,sedihhhhhhhh banget rasanya, bukan sedih buat gw, tapi buat Kiano, sudah malem seperti ini masih di jalanan dan harus nenen di jalan.
Taxi yang kami pesan gak kunjung datang, dan akhirnya di cancel oleh suami, dan untungnya beberapa waktu kemudian lewat taxi kosong laen. Dalam perjalanan pulang dengan suami yang terlelap dan Kiano yang juga sudah terlelap, gw jadi banyak merenung dan mikir. Dulu gw gak pernah kepikiran pengen punya mobil, tapi ngeliat anak gw seperti tadi gw tercabuk, merasa tertampar. Huhuhu...
Gw jadi termotivasi kalo gw harus punya mobil buat kiano, mudah2an dapat undian deh.. Amiiiiiinnnnn
Langganan:
Postingan (Atom)














.jpg)
